Jangan lagi berdalih soal anggaran, karena anggaran selalu ada untuk kepentingan proyek mercusuar yang tak menyentuh rakyat kecil. Yang tidak ada hanyalah kemauan politik yang tulus untuk memihak desa tertinggal.
Desa Persiapan Pasir Lulun hari ini menjadi saksi nyata bagaimana pemerintah daerah gagal menghadirkan keadilan energi. Tiang listrik mungkin sudah berdiri di beberapa titik, tapi arusnya belum pernah mengalir—seperti semangat pejabatnya yang sudah lama kehilangan arah.
Kami menuntut pemerintah daerah Lingga, khususnya Bupati, untuk berhenti beretorika dan mulai bekerja. Rakyat tidak butuh pidato manis di forum-forum seremonial. Mereka butuh bukti nyata. Mereka butuh listrik yang menyala di rumah mereka, bukan janji yang menyala di panggung kampanye.
Jika pemerintah terus menutup telinga atas suara rakyatnya, maka suara itu akan berubah menjadi gelombang kritik yang tak bisa dibungkam. Karena bagi kami, kegelapan yang dibiarkan adalah bentuk kezaliman, dan setiap kezaliman harus dilawan—dengan kata, dengan aksi, dan dengan keberanian moral.

















