Namun, kebijakan ini tidak hanya dipandang sebagai upaya bersih-bersih, melainkan juga strategi konsolidasi kekuasaan.
Di bawah Xi, struktur kepemimpinan menjadi lebih terpusat dibanding era sebelumnya seperti Deng Xiaoping.
Bahkan, perubahan konstitusi yang menghapus batas masa jabatan presiden semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin jangka panjang.
Ambisi Global: Belt and Road Initiative
Salah satu kebijakan paling ambisius Xi adalah Belt and Road Initiative, proyek raksasa yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika melalui jaringan infrastruktur.
Program ini tidak hanya bertujuan ekonomi, tetapi juga memperluas pengaruh geopolitik Tiongkok.
Banyak negara berkembang kini memiliki ketergantungan strategis terhadap investasi China.
Xi secara perlahan membangun posisi Tiongkok sebagai kekuatan global yang mampu menyaingi dominasi Barat.
Persaingan Global: Tiongkok vs Amerika Serikat
Di era Xi, rivalitas dengan Amerika Serikat semakin tajam, baik dalam bidang perdagangan, teknologi, maupun militer.
Isu seperti:
- Perang dagang
- Teknologi 5G
- Sengketa Laut China Selatan
menjadi bagian dari dinamika global yang memperlihatkan bagaimana Xi memainkan peran penting dalam membentuk tatanan dunia baru.
Ideologi dan Visi: “Chinese Dream”
Xi memperkenalkan konsep “Chinese Dream”, sebuah visi kebangkitan nasional Tiongkok sebagai kekuatan besar dunia.
Visi ini mencakup:
- Modernisasi militer
- Kemandirian teknologi
- Stabilitas politik berbasis kontrol negara
Di bawah kepemimpinannya, Tiongkok tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas ideologis dan nasionalisme.

















