Penyambungan listrik dari Tanjung Buton terkendala jalur pelayaran dan faktor teknis lainnya, PLN minta warga bersabar.
Infolingga.com | Lingga – Polemik listrik di Desa Mepar, Kabupaten Lingga, mulai menemui titik terang setelah pihak PLN akhirnya buka suara terkait rencana penyambungan jaringan dari Tanjung Buton.
Kepala PLN Dabo Singkep, Suheri, menegaskan bahwa rencana tersebut bukan sekadar janji, melainkan upaya nyata yang hingga kini masih menghadapi berbagai kendala teknis yang cukup berat.
“Itu bukan janji, tapi usaha kami agar bisa disambung dari Tanjung Buton ke Mepar,” ujar Suheri, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, pemasangan jaringan listrik bawah laut tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Banyak faktor teknis yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum proyek tersebut dapat direalisasikan.
Menurutnya, jalur kabel tidak boleh melintasi rute kapal maupun area lego jangkar, karena berisiko mengganggu aktivitas pelayaran dan membahayakan infrastruktur itu sendiri.
“Kalau dilihat dekat memang dekat, tapi kabel tidak bisa lurus karena harus menghindari jalur kapal. Hal ini membuat proses perencanaan menjadi lebih kompleks,” jelasnya.
Di tengah polemik yang berkembang di masyarakat, PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan listrik yang terjadi di Desa Mepar. Pihaknya mengakui kondisi tersebut berdampak besar terhadap aktivitas warga sehari-hari.
“Kami mohon maaf, proses recovery kemungkinan lebih dari tiga hari,” ungkap Suheri.
Ia menambahkan, keterlambatan penanganan juga dipengaruhi oleh kondisi mesin pembangkit yang saat ini belum berada di lokasi. Mesin pengganti masih berada di Tanjungpinang dan harus dimobilisasi ke Dabo Singkep.

















