Infolingga.com | Lingga – Warga Desa Mepar tak lagi sekadar mengeluh. Mereka kini mendesak tindakan nyata atas buruknya layanan listrik yang tak kunjung stabil. Mesin pembangkit yang terus mengalami kerusakan dinilai gagal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Gangguan listrik terjadi berulang tanpa solusi yang jelas. Pemadaman dalam durasi panjang bukan lagi kejadian insidental, melainkan telah menjadi rutinitas yang merugikan warga hampir setiap hari
Akibat kondisi tersebut, berbagai aktivitas masyarakat ikut terdampak. Anak-anak kesulitan belajar, usaha kecil terganggu, dan kebutuhan rumah tangga tidak dapat terpenuhi secara normal.
Warga juga menilai upaya perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara. Mesin yang sama terus diperbaiki, namun tetap tidak mampu menopang kebutuhan listrik desa secara berkelanjutan.
“Ini bukan lagi soal gangguan biasa, tapi sudah sangat merugikan masyarakat,” ujar salah satu warga.
Desakan pun diarahkan kepada pemerintah daerah dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar segera mengambil langkah tegas. Warga meminta solusi permanen, bukan perbaikan sementara yang terus berulang tanpa hasil.
Salah satu solusi yang dinilai paling realistis adalah penyambungan jaringan listrik dari pusat ibu kota Kabupaten Lingga. Warga menilai jarak yang tidak terlalu jauh seharusnya tidak lagi menjadi kendala.
Kondisi ini terasa semakin ironis saat momen Hari Raya, ketika listrik justru kerap padam. Momen yang seharusnya penuh cahaya berubah menjadi simbol kegagalan pelayanan dasar.

















