Diketahui sebelumnya, Salah satu korban, Agustiar, yang akrab disapa Jang, mengaku kehilangan 36 ekor ayamnya secara bertahap. Kejadian ini membuat warga desa semakin waspada dan berharap pihak berwenang segera menangkap pelaku.
Jang menjelaskan bahwa ayam-ayam miliknya biasa berkeliaran bebas di kebunnya. Setiap pagi saat memberi makan, ia menyadari jumlah ayam yang berkurang.
“Awalnya saya kira ayam-ayam itu tersesat, tetapi setelah menemukan tali perangkap di sekitar tempat mereka biasa tidur, saya yakin ini ulah maling,” ujarnya dengan nada kecewa. Menurutnya, ayam-ayamnya sering tidur di atas pohon buah di kebun, sehingga kecil kemungkinan menjadi mangsa hewan liar.
Kecurigaan Jang semakin kuat ketika ia mengunjungi sebuah rumah makan di Dabo Singkep. Saat sedang makan, ia melihat ayam yang dijual di sana sangat mirip dengan miliknya.
Ketika ditanya mengenai asal-usul ayam tersebut, pemilik rumah makan enggan memberikan informasi. Hal ini semakin memperkuat dugaannya bahwa ayam-ayamnya telah dicuri dan dijual.
Kejadian ini menjadi perhatian serius masyarakat Desa Tanjung Harapan. Mereka berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini secepatnya agar rasa aman dan nyaman dapat kembali dirasakan.
Selain itu, warga juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan untuk mencegah kejadian serupa terulang.(ca)

















