Menjaga Akuntabilitas: Bukan Akhir, Tapi Awal Menuju Tata Kelola Lebih Baik
Capaian WTP yang kedelapan ini tidak membuat Pemkab Lingga merasa puas. Justru, seperti yang ditekankan Bupati Nizar, capaian ini mendorong mereka untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan sistem pengelolaan keuangan.
“Kita jadikan WTP ini bukan sebagai garis akhir, tapi sebagai pemicu untuk lebih baik. Kita harus konsisten menjaga dan meningkatkan akuntabilitas, serta memperbaiki hal-hal yang BPK catat. Itu bagian dari komitmen kita kepada masyarakat,” tegas Nizar.
Ia menambahkan bahwa ke depan, Pemkab Lingga akan memperkuat fungsi pengawasan internal, mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan, serta meningkatkan kapasitas SDM pengelola keuangan agar semakin kompeten dan paham regulasi yang terus berubah.
Langkah strategis ini akan memastikan bahwa mereka melaksanakan proses perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran secara efisien, tanpa celah penyimpangan, serta berorientasi pada manfaat publik.
Dukungan OPD dan Kolaborasi Antar Lini Jadi Kunci Sukses
Semua OPD di lingkungan Pemkab Lingga turut menjalankan tugas pengelolaan anggaran dengan penuh tanggung jawab, berdasarkan perencanaan matang dan evaluasi berkelanjutan, sehingga mereka berhasil mempertahankan opini WTP.
Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lingga, mereka berhasil meraih capaian ini karena terus melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan.
“Kami terus memperbaiki sistem pelaporan, menyusun laporan keuangan tepat waktu, dan mencatat semua transaksi sesuai standar akuntansi pemerintahan. Kami melakukan semua ini bersama, lintas OPD, bukan oleh satu instansi saja,” jelasnya.

















