Menurutnya, sinergi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan program perlindungan sosial bagi pekerja.
Ia menyampaikan bahwa DPRD Lingga siap mendorong berbagai kebijakan yang mendukung perlindungan tenaga kerja. Kebijakan tersebut dapat diwujudkan melalui regulasi daerah maupun penguatan program yang berkaitan dengan jaminan sosial.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para peserta diskusi saling bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan beberapa pengalaman yang mereka temui di lapangan. Mereka menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa pekerja mandiri juga dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Padahal, menurut mereka, pekerja mandiri justru merupakan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan sosial. Tanpa jaminan sosial, para pekerja tersebut akan sangat rentan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja atau musibah lainnya.
Maya Sari menyambut baik penjelasan tersebut dan menilai bahwa edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Ia berharap BPJS Ketenagakerjaan dapat menggandeng pemerintah daerah serta berbagai organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan sosialisasi.
Ia juga menilai bahwa peran pemerintah desa sangat penting dalam mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui pemerintah desa, informasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat.
















