Bupati Lingga Keluarkan Surat Edaran Gerakan Ayah Mengambil Rapor Ke Sekolah

Kehadiran orang tua laki-laki (Ayah) yang ikut serta menerima Rapor anak-anak mereka merupakan upaya untuk mendukung program dari Bupati Lingga terkait Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) ke sekolah

Infolingga.com – Penyerahan Rapor semester ganjil di setiap sekolah memperlihatkan fenomena langka yang jarang terjadi. Pada pengambilan Rapor semester ganjil tahun 2025 ini, terlihat banyak orang tua laki-laki yang hadir untuk ikut mengambil laporan hasil belajar anak (Rapor) selama 1 semester berjalan.

Kehadiran orang tua laki-laki (Ayah) yang ikut serta menerima Rapor anak-anak mereka merupakan upaya untuk mendukung program dari Bupati Lingga terkait Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) ke sekolah.

banner 336x170

Program ini tertuang dalam surat edaran Bupati Lingga yang dikeluarkan pada 17 Desember 2025.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia mengatakan tujuan dari GEMAR ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan orang tua khususnya ayah dalam setiap proses perkembangan sekolah anak.

“GEMAR merupakan sebuah kegiatan atau kampanye yang mendorong kehadiran ayah dalam pengambilan rapor anak di sekolah,” ujar Armia, Jumat (19/12/2025).

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak baik dari sisi akademik maupun non akademik serta membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.

“Biasanya yang hadir dalam pengambilan rapor di sekolah mayoritas ibu-ibu saja. Makanya kita dari Pemkab Lingga melalaui surat edaran Bupati Lingga menjalankan program GEMAR ini,” jelas Armia.

Kehadiran ini disambut baik oleh orang tua siswa di sekolah. Bukit Tua Rayanto Gultom, salah satu wali murid siswa SMA Negeri 2 Singkep mengatakan program GEMAR ini sangat baik untuk orang tua dan anak.

“Dengan kegiatan ini ikatan emosional antara ayah dan anak terjalin semakin baik. Terkadang ada anak yang sangat membutuhkan kehadiran sosok seorang ayah untuk melihat prestasi akademik yang diperoleh di sekolah,” terang Bukit Tua Rayanto Gultom.

Baca Juga :   Ular Piton 7 Meter Masuk Gudang Warga di Daik, Damkar Berhasil Mengevakuasi

Dengan kehadiran sosok seorang ayah disekolah dan melihat langsung prestasi yang didapat anak, ada rasa kebanggaan tersindir bagi anak tersebut.

“Namun, hal ini juga harus mengimbangi dengan kondisi anak yang sudah tidak memiliki sosok seorang ayah. Jangan sampai kehadiran program ini malah menjadi pukulan psikologis bagi anak yang sudah tidak memiliki sosok ayah,” pungkas Bukit Tua Rayanto Gultom.

Ini menjadi tugas dari pihak sekolah untuk mengemas agar program GEMAR ini dapat berjalan tanpa meninggalkan kesan yang tidak baik bagi anak yang memang sudah tidak memiliki sosok seorang ayah.

Selain untuk meningkatkan kedekatan emosional bagi ayah dan anak, program ini juga dapat meningkatkan silaturahmi antara para orang tua siswa di sekolah.


banner 500x204

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *